Tampilkan postingan dengan label ceritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ceritaku. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 September 2011

KISAH CINTAKU ( Sesepuh Sugih_03 )


                Suatu hari aku berjalan di lorong sekolah bersama karibku. Daun – daun berguguran di sepanjang jalan. Kemudian kami memutuskan untuk duduk – duduk di bangku dekat lorong itu. Sambil menikmati hawa sejuk, aku terpesona melihat matanya yang berbinar – binar.
                Tak terasa waktu sudah menjelang sore, aku memutuskan untuk pulang. Di dekat pintu gerbnag aku melihat sesosok manusia tampan sedang membolak – balik halaman bukunya, dia terlihat bingung. Dia berdiri di tengah motor – motor yang berada di tempat parkir. Kemudian dia melirik kearahku dari tempatnya berdiri – elsa / 07. Dan saat itu aku mulai merasakan jatuh cinta pada pandangan yang pertama.
                Aku tersipu – sipu malu ketika dia melihat kearahku. Tiba – tiba aku mendengar suara memanggil namaku “dinda” . aku melihat – lihat di sekitarku, lalu aku terkejut ketika pria itu berdiri di belakangku. Dan aku benar – benar jatuh cinta kepadanya – yemima / 28.
                Saat esok hari pada jam istirahat, sesosok pria itu menghampiri kelasku dan mencariku. Ia menanyakan nomor HPku dan alamat rumahku, betapa terkejutnya dan senangnya hatiku. Tak lama setelah itu ia mengirim pesan singkat agar aku bisa menyimpan nomor HPnya. Karena hal itu, kami setiap hari berkirim pesan singkat atau lebih sering disebut SMSan. Ia memperkenalkan diri bahwa ia bernama “Sano”, siswa kelas XI.
                Suatu sore pria itu meneleponku, karena keasyikan menelepon pulsanya pun habis dan terpaksa kami harus mengakhiri perbincangan kami dan ia berjanji akan SMS aku seusai ia membeli pulsa. 15 kemudian, ada sepucuk pesan singkat diterima oleh HPku, ternyata itu adalah Sano. Ia mengajakku untuk makan malam pukul 19.00 dan aku pun menyetujuinya karena ia berjanji akan menjemput dan mengantarku. Saat mobil Honda Jazz (hampir mirip dengan mobil Bu Ast*ti cute) berhenti di depanku, aku langsung keluar karena aku tau itu milik Sano. Kami berpamitan kepada kedua orang tuaku, dan pergi ke tempat kami akan makan. Tak kusangka dan tak kuduga, ia memegang tanganku dan mengungkapkan rasa cintanya padaku. Berhubung aku juga suka padanya , aku terima ungkapannya dengan menjadi pacarnya.

SESEPUH SUGIH
Angelita Dinda
X-10 / 03

Minggu, 04 September 2011

Tertidur

Suatu hari aku bermain di rumahku bersama teman-temanku. Mereka masing-masing memiliki mainan-mainan sendiri. Diam-diam Hapsa mengambil mainanku. Boneka milik adikku yang indah dan unikpun diambilnya.
Hapsa memang tetanggaku yang paling nakal. Saking nakalnya, sehingga Hapsa tidak memperhatikan pakaiannya yang compang-camping.Orang-orang mengira sudah 3 bulan Hapsa belum mengganti pakaiannya. Aku merasa iri padanya karena orang-orang begitu memperhatikannya.(Yohanes Dinar SA). Aku hanya mencoba untuk memahaminya.
Bagiku, teman seperti Hapsa memang unik, dengan gayanya dalam berpakaian compang-camping. Semua orang mengenal Hapsa, dan karena aku, temannya, akupun menjadi terkenal dengan gaya khas saya dalam berkata-kata. Tetangga-tetanggaku langsung mengenaliku lewat suaraku yang terdengar nyaring. Begitulah penilaian tetanggaku terhadap kami berdua. (Nanda Christia W)
Aku berusaha lebih mengakrabkan diri dengan Hapsa dengan cara bermain petak umpet bersama dia dan teman-teman. Aku dan teman-temanku bersembunyi, sementara Hapsa yang mencari. Aku bersembunyi diatas pohon yang tinggi juga rindang dan sangat tidak mungkin apabila Hapsa berhasil menemukanku. Setelah Hapsa menghitung sampai 100, Hapsa mulai mencari aku dan kawanku. Semua temanku berhasil ditemukan oleh Hapsa, tetapi aku tidak. Aku berada diatas pohon sambil tiduran.
Akhirnya aku tertidur pulas diatas pohon. Teman-teman serta tetanggaku mencari-cari aku sampai malam. Aku terbangun dan melihat hari sudah malam. Dengan hati-hati aku menuruni pohon. Aku melihat tangan dan kakiku, ternyata banyak bentol-bentol bekas gigitan nyamuk. Setelah sampai dibawah, aku ditemukan oleh tetanggaku dan langsung terkena murka orangtuaku.

Irianto Justisilvawan
X-10
12

Sopirku Cemburu

       Suatu hari aku bermain di taman bersama sopirku. Aku melihat bunga-bunga bermekaran di taman itu. Kami pun memutuskan untuk duduk-duduk di sebuah bangku yang berada di tepi sungai. Hamparan taman bunga itu sangat indah.
        Kami sangat menikmati suasana damai di tempat itu. Banyak kupu-kupu terbang kesana-kemari dengan sayapnya yang indah. Burung-burung yang bertengger di pepohonan berkicau riang. Bak suara malaikat yang bernyanyi riang, yang menyejukkan hatiku - Dinda. Tiba-tiba lamunanku pecah seketika oleh suara sopirku yang mengajakku melanjutkan perjalanan kami.
        Di tengah-tengah perjalanan, aku melihat segerombol lelaki-lelaki tampan. Mataku berbinar-binar melihatnya. Ingin rasanya mereka mendengar detak jantungku yang berdebar kencang. Andai saja aku bisa menjadi salah satu pacar diantara mereka, aku pasti akan sangat senang - Gilda.
       Tiba-tiba salah satunya melirik ke arahku. Dia menghampiriku dengan senyumannya yang menawan. Setelah dia berdiri di dekatku, ternyata dia salah satu anggota boyband yang terkenal! Astaga, rasanya seperti menembus atmosfer berlapis-lapis, terjun naik paus akrobatis, menuju rasi bintang paling manis. Ketika dia mengajakku berbicara, tiba-tiba sopirku menghilang. Kemana dia?
       Pria itu membantuku mencari sopirku. Kemana-mana kami mencari, dan hari sudah menjelang malam. Tiba-tiba, aku mendengar rintihan seorang pria. Sopirku? Bukan, ternyata dia adalah si anggota boyband yang wajahnya sangat menawan itu. Dia merintih sambil memegangi perutnya. Aku pun mulai panik, lalu aku mengeluarkan Entrostop dari saku celanaku. Setelah menerimanya, dia lari terbiri-birit. Entah mencari warung, atau WC umum. Tak lama kemudian datanglah sopirku, entah dari mana arahnya. Ternyata sopirku juga seorang dukun yang pandai bermain santet. Dan dia yang membuat si tampan sakit perut. Oh begitu rupanya, dia cemburu pada si anggota boyband. Semua ini membuatku gila.

Elsa Narwastu R.
X-10 / 07  

Jumat, 26 Agustus 2011

Hantu Gedung Tua


Suatu hari aku bermain di Ramayana bersama teman-teman. Saya dan temen-teman berkumpul di sekolah. Kemudian kami makan-makan di sebuah restoran. Selesai makan, meja kami sangat kotor dan berantakan.
Setelah puas makan, kami memutuskan untuk pergi ke sebuah gedung tua. Sesampainya disana, kami hanya mondar-mandir karena kami ragu untuk memasukinya. Rasa takut kami semakin tinggi setelah daun-daun berguguran dari pohon yang ada di sekitar gedung. Namun, kami memutuskan untuk masuk ke gedung tua tersebut (Naomi). Akhirnya kami berhasil ke lantai gedung paling atas
Kami bersenang-senang di lanati gedung paling atas. Tetapi kami mendengar bunyi-bunyi yang sanagt aneh. Bunyi-bunyian itu sangat membuat kami merinding. Karena bunyi-bunyian itu berasal dari belakang kami, kami menengok ke belakang dan ternyata ada hantu !!! (aisha)
Aku dan teman-teman langsung berteriak sekeras mungkin. Tiba-tiba hantu itu menghilang dan kami sangat ketakutan. Kami ingin keluar dari gedung tersebut , namun kaki kami serasa tak mau berjalan. Aku rasanya ingin pingsan namun aku mencoba bertahan agar tidak merepotkan dan menambah kepanikan teman-teman. Perlahan namun pasti kami berjalan keluar sambil saling bergandengan dengan erat.
Setelah menemukan pintu terdekat, kami bergegas keluar. Sampai di gerbang, kami langsung berlari-larian untuk segera menjauh dari gedung itu. Kami sangat bersyukur karena kami masih di beri keselamatan.  Semenjak kejadian itu, aku dan teman-teman tidak pernah bermain atau berpetualang ke tempat-tempat tua seperti gedung tersebut.

Sesepuh Sugih - 32
 

Senin, 15 Agustus 2011

INDOMIE kusuka

Aku ingin bercerita :)
Aku dan guruku serta kedua adik seperguruanku (Cu Patkai dan Mo'ong) sangat suka makan Indomie ...tapi semua itu berakhir ketika kami harus pergi ke Barat untuk mencari kitab suci tanpa membawa beberapa bungkus Indomie untuk bekal dalam perjalanan.. Walau ratusan halangan dan rintangan membentang yang kutemui tak mematahkan semangatku dalam menempuh perjalanan ke barat.. Karena kami tahu bahwa di barat ternyata masih ada yang jualan Indomie... Tunggu kami kitab suci.. Tunggu kami Indomie... Kami akan bertahan demi semangkok Indomie rebus rasa ayam bawang...
 ini ceritaku.. apa ceritamu ??
ANGELITA DINDA ARUM SARI 03